Berkunjung ke RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang, Malang, Jawa Timur


Liburan biasanya orang-orang akan lebih memilih untuk menghabiskan waktu luangnya tersebut bersama keluarga di rumah atau berkunjung ke tempat wisata. Intinya refreshing lah🙂. Namun hal ini tidak saya lakukan kemarin pada Minggu, 6 Januari 2012. Pasalnya pada hari tersebut ada sebuah acara di RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang.

Mau ngapain Bang mau meriksa kejiwaaan kah Bang:mrgreen: ?

Museum Kesehatan Jiwa
Photo by : Hanggar | Photo | Studio

Ya gak lah Bang Arsip tuch masih normal one hundred percent gto😀. Bang Arsip ke situ untuk menghadiri acara Visual Arts Exhibition  of Schizophrenic – Kami Beda Kami Bisa” sekaligus “Open House Museum Kesehatan Jiwa” yang diselenggarakan oleh “Revolver Organizer & Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)”

Acara apa itu Bang ?

Lo ditanya acara apa tak jawab aja acara orang gila:mrgreen: hehehehehe. Bercanda-bercanda. Ini adalah acara pameran lukisan karya penderita skizofrenia.

Orang gila ternyata bisa melukis juga yah Bang ternyata !

Justru dengan melukis mereka dapat menuangkan segala kegelisahan dan pengalamannya. Banyak juga orang yang menderita skizofrenia menjadi pelukis terkenal di dunia seperti Louis Wain dan Fridah Kahlo, sedangkan dari bumi pertiwi kita ada Hana Maddness (@HanaMadness) yang berkecimpung di dunia doodling dan tatto.

Untuk acaranya gimana Bang ?

Pembukaan oleh Bpk. Suripto

Acara sendiri dilakukan pada pukul 10.00 WIB – 12.00 WIB dan dimulai dari pembukaan Bpk. Suripto, SE, MARS (Direkur Keuangan & Administrasi). Beliau menjelaskan bahwa para penderita skizofrenia itu tidak seharusnya dikucilkan oleh masyarakat. Mereka itu butuh dukungan moral dan perhatian dari kita semua untuk dapat sembuh. Dan pengobatan yang terlambat atau salah dapat menyebabkan penyakit gangguan jiwa ini menjadi permanen. Huuumt bahaya juga yah ternyata. Penjelasan beliau sangat menarik menurutku  sayang aku datang di sana agak terlambat jadi tidak mendapat informasi secara keseluruhan. Ditambah lagi dengan adanya orang yang sibuk jeprat – jepret mondar – mandi kesana – kemari jadi kurang nyaman dalam menangkap informasi yang diterima oleh beliau.

Para pengunjung sedang menerima penyampaian informasi dari Bpk. Suripto
Tour by Bpk. Heri

Acara selanjutnya yaitu berkeliling museum. Bang Arsip sudah gak sabar pengen tau tentang museum ini. Di sini kita diceritakan sejarah berdirinya rumah sakit, siapa saja yang pernah menjabat menjadi pemimpin di rumah sakit itu, bagaimana perawatan di rumah sakit tersebut, bahkan ada juga kerangka manusia asli (orang bule) yang telah meninggal dan janin yang gagal lahir dari para pasien. Berikut kumpulan foto dokumentasi dari Bang Arsip di Museum Kesehatan Jiwa :

Baju milik Direktur RSJ Lawang Jaman Dulu
Meja Kerja Milik Direktur
Meja Kerja Milik Direktur
Menteri-Menteri Kesehatan RI
Kepala Direktorat Kesehatan Jiwa
Direktur RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang
Foto RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang Zaman Dulu Kala
Kerangka Orang Bule
Album Musik untuk Pasien
Alat Musik Gamelan
Alat Pemutar Video Kuno
Alat Pemutar Video Kuno
Lukisan Hasil Karya Penderita Skizofrenia
Lukisan Hasil Karya Penderita Skizofrenia
Lonceng Tanda Waktu Makan & Teropong Pengawas di RSJ Lawang
Janin Bayi dari Pasien
Bak Penenang Pasien Yang Gelisah
Bak Penenang Pasien Yang Gelisah
Timbangan RSJ Lawang
Jaket untuk Pasien RSJ
Alat Terapi Kejut Listrik
Alat Terapi Kejut Listrik
Antusias Pengunjung Terbukti Dari Masih Banyaknya Pengunjung Yang Mengikuti Tour ke RSJ Lawang

Acara berakhir tepat pukul 12.00 WIB sesuai dengan jadwal. Namun diluar perkiraan Bpk. Suripto menawarkan dan mengijinkan para pengunjung pada hari itu yang untuk berkeliling langsung ke RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. Kesempatan bagus nich pikir Bang Arsip. Jarang-jarang juga kan kita tour ke RSJ hahahahaha:mrgreen:. Walau agak ujan gerimis namun para pengunjung pada saat itu sangat antusias untuk mengikuti tour singkat ini. Namun sangat disayangkan kami tidak diberika ijin untuk mengambil foto para pasien dikarenakan itu adalah masalah privasi.

Tampak Muka Depan RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang
Tampak Muka Depan RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang
Gedung di RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang
Gedung di RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang

Tour ini dipandu oleh Bpk. Duto Riyantoko, SE (Ka. Subag TU & Laporan). Tour dimulai dari ruang ICSU. Ini adalah ruang yang pertama kali para pasien rumah sakit jiwa masuki. Di sini para pasien distabilkan terlebih dahulu. Karena kebanyakan dari mereka masih mudah gelisah. Setelah mereka merasa lebih tenang maka kemudian mereka dipindahkan ruang inap masing-masing. Di ruang ini sendiri terdiri dari beberapa kelas, ada kelas I, II, & III tergantung dari kemampuan keluarga. Pasien di rumah sakit ini 80% adalah berasal dari keluarga yang kurang mampu. Sempat Bang Arsip bertanya kepada Pak Duto.

Ruang Pasien Umum di RSJ Lawang
Ruang Pasien VIP di RSJ Lawang

Untuk tarif di sini berapa Pak ?

Rp. 90.000 per malam bila Bang Arsip kemarin tidak salah dengar kemarin. Jadi buat Sahabat Arsip yang lagi galau bisa tuch menginap semalem di sini hehehehehe:mrgreen:.

Bang mau tanya gimana nich suasana di lingkungan RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang ?

Suasananya menurut Bang Arsip cukup asri, banyak pepohonan yang ditanam di sini. Hampir seperti di Kebun Raya Purwodadi namun bedanya di sini ada bangunannya. Meskipun bangunannya bangunan tua namun bangunannya cukup terawat. Dan kondisi untuk kamar pasien pun dijamin sangat bersih terlihat dari lantai keramiknya yang tetap putih bersih meskipun saat itu sedang hujan. Jadi merasa gak enak ketika masuk ruangan dengan alas kaki yang basah😦. Ruangan-ruangan dan lingkungan di sana menurut saya sangatlah 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) karena para pasien yang sudah cooperate (mampu diajak kerja sama) mereka membantu menjaga lingkungan tetap bersih. Bahkan ada yang membuat saya terheran-heran ketika sampai di tempat observasi.

Suasana Asri di RSJ Lawang
Suasana Asri di RSJ Lawang
Suasana Asri di RSJ Lawang
Ruang Pasien di RSJ Lawang
Ruang Pasien di RSJ Lawang
Tempat Nonton Film di RSJ Lawang

Ruang Observasi itu apa Bang dan apa yang membuat Bang Arsip sangat terheran-heran ?

Sabar-sabar satu-satu yah pertanyaan :

Pertama

Ruang Observasi adalah ruang dimana para pelaku kasus kriminal yang diduga melakukan kriminalitas karena gangguan jiwa. Dan di sinilah mereka diperiksa apakah benar mereka itu gila atau hanya sekedar pura-pura saja.

Kedua

Yang membuat Bang Arsip terheran-heran itu adalah saat berkunjung di ruang observasi. Di sana juga ada beberapa pasien yang sedang di stabilkan. Terbukti saat kami di sana ada salah satu pasien yang terlihat gelisah pengen pulang katanya bapaknya nangis di rumah (kayak anak kecil sikapnya). Namun bukan ini yang membuat Bang Arsip terheran-heran melainkan adalah perasaan berbagi dan kesadaran akan lingkungan yang dimiliki oleh pasien-pasien ini. Hal tersebut terlihat saat salah satu seorang dari rombongan kami memberikan sebungkus permen mint kepada salah satu pasien. Sebenarnya mereka mintanya rokok, namun tak ada rokok permen mint-pun jadi hehehehehe:mrgreen:. Ketika si pasien A itu menerima permen, kemudian pasien B, C, D dan seterusnya pun meminta permen juga dan si pasien A tanpa panjang pikir membagikan seluruh permen yang dia punya kepada pasien lain. Sungguh baik hati sekali itu. Kita saja yang normal belum tentu mau membagi yang kita punya wah kita ternyata kalah yah dengan orang yang terkena gangguan jiwa. 1 : 0

Thanks To Tian yang sudah ngundang aku yah

Sementara untuk kesadaran akan lingkungan terlihat dari cara mereka merokok. Di ruang tersebut di pojoknya dekat dinding terdapat saluran air kecil yang digunakan untuk tempat merokok. Dan orang gila pun menyadari hal tersebut bahwa ketika mereka merokok mereka harus ke pojok. Agar kotoran dari rokok tersebut tidak kemana-mana. Di lingkungan tempat kerjaku saja kadang masih banyak yang membuang sampah sembarangan. 2 : 0

Acara tersebut diakhiri dengan perjalanan pulang ke gerbang masuk diikuti dengan beberapa orang gila yang mengikuti meminta rokok + minta kenalan ama mbak-mbaknya. Orang gila juga manusia yang mempunyai ketertarikan terhadap lawan jenis. Makanya di masing-masing ruangan tidak disediakan guling karena mereka juga masih mempunyai hawa nafsu. Jadi teringat cerita si doi k’lo di kampungnya ada orang gila yang suka bugil di tengah jalan trus orgasme hahahahaha:mrgreen:.

Itulah review yang agak panjang:mrgreen: mengenai kunjunganku ke RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang, Malang, Jawa Timur. Buat yang mau berkunjung silakan berkunjung pada hari Rabu atau Jumat karena pada hari itu ada kegiatan rutin untuk pasien yang selalu diadakan pihak rumah sakit.

Selamat berkunjung ^_^.

14 Comments Add yours

  1. tiandarinie says:

    Terimakasih reviewnya Mas😀
    Lengkap dan asik dibaca.

    1. Hanggar PS says:

      muakasih tiannnnn ^_^

  2. fasyaulia says:

    Wah RSJ Radjiman! Senang nya bisa lihat foto-foto nya yang lumayan kumplit.. selama ini saya cuma denger-denger dari dosen atau buku hehehe.

    1. Hanggar PS says:

      Kemarin sich maunya juga hanya menampilkan sedikit foto. Tapi aku berfikir buat apa aku foto foto banyak kemarin kalo gak untuk dibagikan. Toh memang RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang udah sering juga buat pembelajaran anak kuliah jadi mungkin foto-foto ini akan bermanfaat bagi orang lain.

  3. nopan says:

    klo buat masuk museumnya gratis?

    1. Hanggar PS says:

      karena pada waktu itu aku pas pembukaan gratis bang, kurang tau lo sekarang ?

  4. Rhieccha says:

    mampir dong ke pasar lawang
    rumah ku dket situ😀

    1. Hanggar PS says:

      Ow rumahe deket lawang tah punya Facebook gak nich

  5. niprita says:

    Like yang ini aja deh Bang Arsip. RSnya bagus ya, bersih dan rapi. Dan lukisannya itu… bagus banget. Keren, ngebuka mata saya kalo penderita disabilitas mental pun sama juga ama orang normal–kecuali tentu ‘disabilitas’nya.

    1. Hanggar PS says:

      Bang Arsip juga terbuka setelah mengikuti opening museum ini, soal bersih dan rapi dijamin itu rumah sakit. pasien yang sudah lumayan stabil bisa diperbantukan untuk menjaga keasrian lingkungan rumah sakit.

  6. devie says:

    iya Di RSJ Radjiman memang unik,,,waktu saya pernah praktek disana belum ada museumnya,skrg dah ada trus bagus,,kalo px nya disana unik2,,,bisa diatur dan disuruh

    1. Hanggar PS says:

      iyah karena itu termasuk untuk rehabilitasi mereka, jangan diperlakukan seperti orang sakit

  7. bagus says:

    Dulu waktu praktek d sana saat menata tempat tidur px memang harus bener2 kenceng spreinya, kalo gak gt d tegur sm kepala ruangnya,
    Jd pengen praktek d sana lg, banyak mhs Keperawatan yg setelah merasakan praktek di sana pasti pengen praktek di sana lg

    1. Hanggar PS says:

      kenapa pengen praktek disana lagi mas, ada kenangan khusus yah

Komentar adalah wujud apreasiasi atas artikel saya ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s