Kemampuan Mendengarkan Mampu Menggerakkan Orang Lain


 

Ketika Anda mendengarkan musik tanpa sadar kaki Anda akan bergerak mengiringi alunan musik tersebut atau mengetuk – ngetukkan jari Anda dimana jari tersebut berada. Hal ini merupakan gambaran bahwa bila kita mampu mendengarkan dengan baik maka kita dapat menggerakkan orang lain.

Simak cerita berikut ini biar lebih jelas :

“Ya . . ya . ., saya mengerti yang Bapak maksudkan”, kata seorang petugas di sebuah perusahaan asuransi. Saya akan memberikan rincian pembayaran premi yang harus Bapak bayar dengan serendah – rendahnya. Memang sudah kewajiban kami untuk memberikan pelayanan yang memuaskan kepada Bapak. Namun belum selesai berbicara, si calon customer sudah pergi tanpa pamit. “Wah sungguh service yang menyebalkan !!!”, begitu ujar Bapak tadi di dalam hatinya. Kenapa Bapak itu bisa jadi seperti ini padahal petugas tadi mengerti yang Bapak itu maksud ???

Kepiawaian seorang customer service tidak dinilai dari cara dia berbicara saja, namun juga dinilai dari cara kesediaannya untuk mendengarkan keluh kesah, ocehan dari customer ataupun calon customer. Dengan mempunyai kesediaan mendengar yang baik bisa jadi calon customer yang menyebalkan tadi bisa saja menjadi pelanggan yang setia.

Masyarakat terkadang beranggapan bahaya orang dinilai berwibawas dan berharga itu dilihat dari cara dia berbicaranya. Anggapan itu kurang tepat, Anda akan terlihat berwibawa bila Anda sebelumnya mampu mendengarkan orang lain dengan baik dan jangan sekali – kali memotong pembicaraan sekiranya itu hanya memotong untuk urusan / obrolan yang kurang penting. Bukankah setiap orang menginkan respon yang baik dari setiap kata yang ia ucapkan ?

Dalam dunia kerja, terkadang seorang atasan tidak menerima masukan dan keluhan dari bawahannya. Karena mungkin atasan menganggap anak buat itu anak kemarin sore sok nasehatin. Padahal dengan si atasan mengabaikan masukan dan keluhan dari bawahannya maka akan mengurangi kemampuannya untuk menggerakkan bawahannya. Bawahan akan merasa diremehkan dan diacuhkan dalam bekerja yang selanjutnya merekan akan defensif dan asal – asalan saja dalam bekerja. Bawahan dapat melaksanakan tugasnya karena diperintah, tapi untuk beprestasi bawahan tidak perlu diperintah melainkan butuh motivasi. Seseorang dapat mengalami domotivasi karena tidak didengarkan dan tidak diperhatikan. Semoga hal ini tidak terjadi pada diri Anda.

 

Sumber : Buletin Great Strider HRD Indonesia

Komentar adalah wujud apreasiasi atas artikel saya ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s