Hubungan Komunikasi dengan Kepercayaan


Dalam bekerja yang berhubungan dengan pihak lain kita memperlukan banyak aspek agar hubungan tersebut tetap terjaga dengan baik. Beberapa aspek yang perlu kita jaga :

  1. Aspek Komunikasi
  2. Aspek Kepercayaan
  3. Aspek Disiplin
  4. dll

Kali ini saya akan membahas hubungan dari aspek komunikasi dengan aspek kepercayaan dalam menjaga hubungan dengan pihak luar ketika kita bekerja. Simaklah cerita berikut ini :

Imam adalah seorang kontraktor di suatu perusahaan ternama di Indonesia, ia adalah pegawai unggulan yang paling disenangi oleh atasannya karena hasil kinerjanya dianggap paling bagus diantara rekan – rekannya. Namun pada suatu hari proyek yang dikerjakannya tidak mampu diselesaikannya sesuai dengan jadwal yang telah disepakati. Sehingga proyek tersebut dialihkan kepada rekannya dan dia mendapat skorsing dari atasannya. Kenapa bisa jadi begitu ??

Pagi itu di kantornya Imam dipanggil menghadap atasannya Pak Beny. Hati Imam sudah berdebar – debar karena dia memang salah dan dia takut untuk dipecat karena kinerjanya yang kurang bagus ini.

Imam : (mengetuk pintu ruang Pak Beny)

Pak Beny : Silakan masuk Mam, (sambil mempersilakan imam duduk). Tau tidak kenapa kamu saya panggil kesini Mam ?

Imam : Iyah saya tau pak kenapa bapak memanggil saya, karena proyek tersebut yah pak.

Pak Beny : Iyah betul, bagaiamana perkembangan proyek tersebut ?

Imam : Baru selesai 70% pak.

Pak Beny : Apa !!!! (sambil dia meninggalkan posisi duduk santainya dan mulai duduk condong ke Imam dengan mata agak melotot dan penuh emosi karena kaget ternyata proyeknya belum selesai). Kita 2 hari lagi itu ada presentasi dengan klien kita itu Mam, kenapa bisa belum selesai bagaimana ceritanya ini ?

Imam : Maaf pak ini memang salah saya, ibu saya sedang sakit sehingga saya harus mengurus beliau.

Pak Beny : Kenapa kamu tidak bilang ke saya. Kamu kan juga bisa bilang ke Sinta sekretaris saya (bertanya dengan wajah yang agak kecewa dan marah ke Imam).

Imam : Maaf pak memang ini salah saya (tidak mampu berucap apapun selain melontarkan kata maaf)

Pak Beny : Trus bagaimana keadaan ibu kamu ?

Imam : Masih belum sehat pak jadi saya masih sering bolak – balik ke rumah sakit untuk mengurus beliau sehingga pekerjaan saya tertunda.

Pak Beny : Saya kecewa Mam, kinerja kamu itu bagus kamu itu mempunya banyak potensi yang bisa dikembangankan sayangnya kamu lemah dalam komunikasi. Coba kamu beritahu saya sejak awal sehingga saya bisa mencari solusi agar proyek tetap berjalan dan kamu tetap bisa merawat ibu kamu.

Imam : (terdiam tak dapat berucap)

Pak Beny : baiklah untuk sementara kamu saya berhentikan dulu, proyek ini akan saya kasihkan ke Fian, sementara kamu urus ibu kamu dulu nanti bila sudah sembuh kamu bisa kembali bekerja.

Imam : Ia pak (dengan wajah yang agak kalut)

Itulah mengapa Imam bisa kehilangan proyeknya padahal dia sedang butuh uang banyak untuk pengobatan ibunya misalkan dia bisa menyelesaikan proyek tersebut pasti banyak fee yang dia dapat sehingga cukup untuk pengobatan ibunya, namun apa daya nasi telah menjadi bubur. Misalkan dia bilang ke sekretarisnya Pak Beny atau ke Pak Beny secara langsung mungkin tidak akan begini jadinya.

Sekali saja Anda mengesampingkan usaha untuk melakukan komunikasi berarti Anda telah menghilangkan kesempatan emas di depan mata.

Inspirasi : Great Strider (HRD Group Indonesia)

2 Comments Add yours

  1. fasyaulia says:

    SE-TU-JU!

    1. Hanggar PS says:

      jangan biarkan kesempetan emas di depan Anda hilang, karena belum tentu kesempatan emas itu akan datang lagi

Komentar adalah wujud apreasiasi atas artikel saya ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s