Mendidik Buah Hati dengan Memberikan Contoh


Proses pembelajaran buah hati kita sebagian besar adalah dengan melihat. Jadi bisa dikatakan apa yang dia lihat akan ditiru olehnya. Terlebih lagi dewasa ini, televisi sudah menjadi hiburan yang wajib di setiap rumah-rumah. Hampir setiap rumah memiliki perangkat elektronik yang satu ini. Dari perangkat elektronik ini sang buah hati bisa melihat acara kartun kesukaannya, entah itu Spongebob, Naruto, One Piece, atau film anime yang lainnya.

Kita sebagai orang tua harus lebih waspada dengan apa yang dilihat oleh sang buah hati. Tidak semua film anime bisa ditonton olehnya. Contohnya saja : Sinchan. Menurut Bang Arsip film yang satu ini kurang cocok untuk dinikmati oleh anak-anak karena karakter dari Sinchan ini mencerminkan anak yang nakal dan suka ama kakak cantik (genit). Ini adalah contoh tontonan yang buruk buat si anak. Bang Arsip sendiri dulu sering dimarahi sama ortu bila nonton film kartun yang satu ini (curhat ceritanya :mrgreen:)

Selain dari telivisi sang buah hati juga sering menirukan apa yang dilakukan oleh orang tuanya atau oleh orang disekitarnya. Sehingga kita harus lebih berhati-hati tatkala melakukan sesuatu di depan sang buah hati. Contohnya saja : Jangan sekali-kali bertengkar ketik ada masalah di depan sang buah hati karena hal tersebut akan menstimulus si anak bahwa apapun masalahnya bisa diselesaikan dengan marah-marah dan bertengkar.

Bang Arsip sendiri punya pengalaman dalam hal ini :

Sore itu sepulang dari kantor. Bang Arsip melihat si adek sedang belajar. Biasanya sich si adek ini lo diajari dalam belajar tidak suka. Tapi tetep aja Bang Arsip deketin dan tanya ke dia.

Bang Arsip : “Agi belajar apa dek❓ “

Si Adek : “Agi belajar power point mas”

Bang Arsip : “Butuh bantuan gak :?:” (sambil mendekat melihat hasil pekerjaan adek di laptopnya)

Si Adek : “Gak Mas :!:”

Bang Arsip : “Huuuumt lo butuh tema Powerpoint, mas punya banyak itu di komputer”

Si adek tetep diam aja gak merespon aku. Kemudian aku langsung ke kamarku dan mencari beberapa slide dan tema dari Powerpoint yang aku simpan. Kemudian kemudian aku teringat kalau di kantor kan aku sedang mengerjakan “Project Slideshow Training” dan beberapa dari slideshow tersebut sudah jadi dan fix. Kenapa gak yang sudah jadi aja yang aku tunjukin ke adek. Pasti dia tertarik. Dan ternyata benar si adek tertarik dengan slide-slide hasil pekerjaanku. Banyak animasi powerpoint yang tidak terpikirkan olehnya dan menarik.

Melihat si adek mulai tertarik kemudian aku mengajarinya “Bagaimana Membuat Slide Power Point yang Baik”. Lihat slide hasil buatan adekku di sini. Karena dia sudah melihat hasil jadinya bakalan sebagus itu dia nurut-nurut aja ketika aku ajarin. Dari hal itu bisa kita simpulkan bahwa memberikan contoh adalah cara yang tepat untuk mendidik sang buah hati. Walau dalam kasusku itu baru berupa hasil pekerjaan.

“Trus bagaimana bila kasusnya itu bukan berupa pekerjaan Bang :?:”

Hal yang dapat Anda lakukan adalah dengan melakukan apa yang Anda perintahkan. Misalnya : Si Ayah memerintahkan Si Anak untuk jangan maen di depan komputer melulu, tapi pada kenyataannya Si Ayah ini di depan komputer melulu. Maka sudah pastilah Si Anak akan menggerutu, “Ich Ayahku minta aku jangan maen komputer melulu dia sendiri malah di depan komputer melulu.”. Walaupun sebenarnya Si Ayah ini di depan komputer tadi tidak bermain alias bekerja tapi tetap saja anak akan memandang buruk pada bapaknya. Seperti pepatah jawa :

“Gajah ngidak rapah” yang berarti wong tuwo nerak wewalere dhewe atau orang tua melanggar perintahnya sendiri.

Alangkah lebih baiknya bila Si Ayah tadi tidak di depan komputer melulu ketika di rumah untuk memberikan contoh kepada anak agar tidak di depan komputer melulu. Dengan begitu Si Anak akan lebih respect/hormat kepada ayahnya.

Didiklah buah hati Anda dengan Anda juga ikut melakukannya/memberikannya contoh secara langsung. Karena dengan Anda ikut melakukannya Anda akan dapat melihat dari sudut pandang buah hati Anda. Contoh yang baik akan mendatangkan yang baik, dan contoh yang buruk akan mendatangkan hal yang buruk pula. Semoga apa yang saya sampaikan dapat memberikan tambahan pengetahuan dalam mendidik buah hati Anda.

4 Comments Add yours

  1. fasyaulia says:

    Tulisan ini artinya adalah modelling. Setuju, anak lebih sering mencontoh apa yang dia lihat.
    Untuk contoh yang terakhir, sama saja artinya seperti ; seorang Ayah menyuruh anak nya tidak merokok tetapi Ayah nya merokok di depan anak tersebut atau menyuruh anak nya membeli rokok untuk sang Ayah. Secara tidak langsung, anak akan merekam kejadian demi kejadian lalu di ikuti oleh anak tersebut.

    1. Hanggar PS says:

      Pola pendidikan orang tua di Indonesia banyak yang salah. Orang tua cenderung melarang anak untuk melakukan ini dan itu namun faktanya mereka sendiri sering melanggar aturan itu. Contoh mudahnya adalah menyuruh anak berdoa untuk makan dengan dibaca keras. Namun ketika orang tua makan dan lupa berdoa dan si anak mengetahuinya lalu menegur orang tuanya yang tidak berdoa. Orang tua akan menjawab lupa atau berdoa dalam hati nak. Nah ini adalah contoh yang buruk bagi anak

  2. ALE says:

    Komunikasi yg baik akan menambah kehangatan sang buah hati.
    Contoh yg baik juga menghasilkan pendidikan yg baik pula😉

    1. Hanggar PS says:

      Namun dewasa ini makin sedikit orang tua yang mempunyai komunikasi yang baik dengan sang buah hati lantaran kesibukan kerja

Komentar adalah wujud apreasiasi atas artikel saya ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s