Penyebab Timbulnya Kuman Resisten dan Cara Pencegahannya


Apakah kuman resisten itu ? Kuman resisten adalah kuman yang tersisa di tubuh manusia setelah melawan antibiotik. Ibarat dalam berperang selalu saja masih ada sisa pasukan dari musuh yang masih memberontak. Pejelasan detailnya adalah seperti ini, di dalam tubuh manusia terdapat banyak sekali kuman baik dari leher, ketiak, bahkan kemaluan. Kuman-kuman ini tidak menimbulkan penyakit, kuman ini disebut koloni. Kuman akan menyebabkan penyakit bila kondisi badan kita dalam posisi lemah (kuman yang menyebabkan penyakit disebut kuman patogen). Apabila kita meminum antibiotik dengan harapan akan menyebabkan kuman patogen tadi mati. Maka harapan kita tidak sepenuhnya akan terkabul. Memang benar kuman patogen tersebut akan mati namun akan selalu ada sebagian kuman koloni atau patogen yang bertahan hidup, kuman-kuman yang hidup inilah yang akan menjadi kuman resisten. Jadi bisa dikatakan kuman resisten itu adalah kuman yang berhasil bertahan menghadapi antibiotik dan kebal akan antibiotik tersebut.

Apa penyebab kuman resisten itu bisa timbul :

  1. Misuse : Antibiotik diminum tidak ada indikasi, misalkan menggunakan antibiotik pada sakit yang disebabkan karena virus (flu, demam berdarah, campak, gondong, cacar air dll) sebab golongan virus tidak dapat dimatikan oleh antibiotik.
  2. Underuse : Antibiotik digunakan terlalu sedikit, memakai antibitotik dengan dosis yang terlalu rendah akibat salah diagnosis, antibiotik tidak terbeli seluruhnya, mengkonsumsi ternak yang tercemar antibiotik atau masyarakat membeli obat sendri dengan pengetahuan yang salah.
  3. Overuse : Penggunaan antibiotik terlalu berlebihan, terlalu lama akibat kurangnya pemahaman penggunaan antibiotik, komplikasi penyakit, pemberian antibiotik pada kasus kompleks.

Lalu bagaimana cara menghindari bagaimana timbulnya kuman resisten ?

Cara menghindari timbulnya kuman resisten :

  1. Jangan sakit, sehingga Anda terhindar dari penggunaan antibiotik. Jagalah kesehatan Anda semaksimal mungkin, hindari kelelahan, bekerja berlebihan (tubuh juga mempunyai jam kerja dan jam istirahat), istirahatkanlah tubuh 6 jam sehari agar organ dan sistem kekebalan tubuh mampu bekerja secara optimal. Biasakanlah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan larutan alkohol pencuci tangan setelah kontak dengan pendertia atau berkunjung dari rumah sakit.
  2. Ketika Anda menderita sakit infeksi, pastikan bahwa antibiotik hanya untuk infeksi karena kuman. Hindari minum antibiotik pada sakit yang disebabkan oleh virus. Pemeriksaan diagnostik untuk memastikan jenis kuman dan antibiotik yang sesuai diperlukan pada setiap kasus infeksi kuman, sehingga pasien akan mendapat antibiotik tepat sesuai dengan jenis kuman yang sedang berada dalam tubuhnya. Sambil menunggu hasil laboratorium mikrobiologi pasien boleh mendapat antibiotik dari golongan tertentu yang masih sensitif (antibiotik empirik). Segera hentikan pemberian antibiotik bila pasien sudah sembuh.
  3. Penggunaan antibiotik prophilaksis pada setiap pembedahan untuk mencegah timbulnya komplikasi infeksi pasca operasi. Antibiotik prophylaksis pada umumnya cukup 1 kali, diberikan 30 menit sebelum operasi, paling banyak 24 jam saja. Tidak minum antibiotik pasca operasi apabila pasien secara klinis tidak menderita infeksi.
  4. Tidak menggunakan antibiotik pada prosedur tertentu apabila pasien dalam keadaan sehat, seperti halnya pemasangan alat KBIUD, persalinan normal, endoskopi, sirkumsisi, pengangkatan tumor di bawah kulit (tumor payudara, soft tissue tumor, atherome, pencabutan gigi, dll) selama tindakan operasi dilakukan secara steril maka resiko infeksi akan sangat kecil bahkan tidak akan timbul komplikasi infeksi.
  5. Mengembangkan kebiasaan sehat untuk menhindari penularan, menutup hidung dan mulut dengan tangan atau lengan saat batuk ataupun bersin, isitrahat di rumah apabila sedang sakit infeksi agar tidak menular ke teman kantor.
  6. Tidak minum antibiotik pada sakit ringan atau disebabkan virus, seperti flu, sakit tenggorokan ringan, lukan kecil di kulit, diare cari, infeksi virus campak, cacar air, gondong, demam berdarah, sariawan.

Marilah mulai sekarang kita mulai kembalikan pola hidup sehat kita seperti makan teratur, jaga kebersihan badan dan lingkungan, olahraga teratur agar terhindar dari penyakit dan membantu mengurangi penyebaran kuman resisten. Bayangkan bila ada yang kuman begitu kuat dan tidak dapat dikalahkan oleh antibiotik manapun. Pastinya akan sangat berbahaya. Dan sepertinya ini sudah terjadi di daerah Eropa sana. Kita tidak inginkan orang yang kita sayangi sakit. Mulailah hidup sehat dari sekarang !!!

Sumber : Majalah Quality Action No. 02 Desember 2011

Komentar adalah wujud apreasiasi atas artikel saya ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s