Memantau Usia Perkembangan Kemampuan Berbicara Buah Hati


Baby Talk
Speak Up My Baby

Memiliki buah hati merupakan kebahagian tersendiri. Mengikuti perkembangan si buah hati merupakan salah satu kebahagiaan itu. Setiap orang tua setelah memiliki buah hati mereka penasaran kapan anaknya bisa berbicara dan kata apa yang akan dikeluarkan dari bibir mungilnya untuk pertama kali. Mari kita lihat usia perkembangan buah hati kita dalam berbicara :

  • Usia 3-6 bulan : mengeluarkan bunyi tanpa arti sama sekali (cooing)
  • Usia 6-8 bulan : mengucapkan mamama atau tatata (bubbling)
  • Usia 12 bulan : mengucapkan kata pertama seperiti papa atau mama
  • Usia 18 bulan : mengucapkan satu kata meskipun tanpa tata bahasa misalnya makan atau minum
  • Usia 2 tahun : merangkai beberapa kata menjadi kalimat sederhana misalnya kakak makan
  • Usia 3-4 tahun : menguasai lebih dari seribu kosa kata dan kemampuan tata bahasanya meningkat pesat misalnya mengatakan “Aku ingin minum itu”
  • Usia 4-6 tahun : buah hati kita sudah mengenal sopan santun dalam berbicara

Sebagai orang tua kita tentunya tidak sabar untuk menantikan sang buah hati cepat berbicara. Namun hal tersebut terkadang tidak berjalan sesuai keinginan kita. Sang buah hati terlambat dalam berbicara. Seorang pakar anak melakukan penelitian dan dari penelitiannya dihasilkan alasan kenapa sang buah hati terlambat dalam berbicara, yaitu :

  • 1%: karena gangguan otak
  • 8% : karena gangguan serumen (kotoran telinga) yang tidak pernah dibersihkan
  • 90% : karena gangguan input. Ganggua input yang dimaksudkan di sini adalah dikarenakan anak kurang diberikan input ataupun karena terlalu banyak diberikan input. Contohnya adalah :
  1. Kekurangan input : seorang orang tua ketika buah hatinya sedang bermain jangan hanya diam, mulailah untuk ikut bermain dan mengkomentari kegiatan buah hati dengan hal-hal yang positif
  2. Kelebihan input : janganlah terlalu sering menggunakan second language (bahasa kedua) karena hal itu akan membingungkan anak, misalnya sebelum anak mengenal satu, dua, dan tiga jangan kenalkan one, two, three. Tidak semua anak mampu menangkap bahasa yang secara cepat.

Sebagai orang tua kita harus pandai memposisikan diri kita untuk menjadi pembimbing. Jangan terlalu memaksa buah hati kita untuk cepat berbicara ataupun membiarkannya terlambat untuk berbicara. Kita haruslah memberikan respon yang positif atas kegiatan yang dilakukannya. Karena buah hati itu bak semen yang masih cair mudah ditulisi dengan apapun ketika masih lembek namun lama-lama akan mengeras dan tidak bisa diubah lagi.

Komentar adalah wujud apreasiasi atas artikel saya ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s