Sahabatku, Kebahagianku


Di sekolah, di tempat les, di kantor, di tempat nongkrong tak lengkap bila tak ada sahabat. Karena percuma saja bila kita menghabiskan waktu kita tanpa ada teman di samping kita. Kita adalah makhluk sosial yang membutuhkan satu sama lain. Kita butuh teman. Entah teman yang dapat diajak ngobrol, teman yang asyik diajak jalan, atau teman yang ada lo cuman kita butuhin hihihii idih kejam amat.

Teman itu terkadang posisinya dalam kehidupan kita bisa melebihi saudara. Kita bisa lebih akrab dengan teman daripada dengan saudara kandung kita sendiri. Betul tidak kata – kataku ini. Karena bila kita hitung mungkin kita lebih banyak menghabiskan waktu kita bersama teman daripada dengan saudara kita sendiri.

Namun tak selamanya teman itu menyenangkan, terkadang pun seorang teman bisa bikin kita jengkel atau bahkan benci. Contohnya : Huh tiap hari kuk gonceng mlulu sich males banget deh jangan – jangan dia jadi temen karena cuman pengen dapet ojekan gratis. Hahahahah itu contohnya atau ada yang lebih buruk lagi yang seperti ini. Katanya sohib tapi gebetan aku direbut juga. Lo dah kayak gini akan segera pecah perang dunia. Hihihihihi.

Teman adalah seorang yang bisa bikin kita bahagia maupun jengkel, namun terkadang hal – hal yang menjengkelkan itu pun membuat kita merasa kangen. Seburuk – buruknya teman kita, kita tidak boleh membencinya terlalu lama karena dapat memutuskan tali silaturahmi. Islam selalu mengajarkan kepada umatnya untuk selalu menjaga tali silaturahmi diantara sesamnya.

Silaturahim termasuk akhlak yang mulia. Dianjurkan dan diseru oleh Islam. Diperingatkan untuk tidak memutuskannya. Allah Ta’ala telah menyeru hambanya berkaitan dengan menyambung tali silaturahmi dalam sembilan belas ayat di kitab-Nya yang mulia. Allah Ta’ala memperingatkan orang yang memutuskannya dengan laknat dan adzab, diantara firmanNya : “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan ? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikanNya telinga mereka, dan dibutakanNya penglihatan mereka.”(QS Muhammad :22-23).

Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS An Nisaa’:1).

Semoga setelah membaca artikel ini kalian bisa lebih menghargai teman kalian. ^_^

Komentar adalah wujud apreasiasi atas artikel saya ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s