Membangkitkan Minat Pribadi


Ada sebuah cerita tentang seorang mahasiswa sebut saja namanya adalah Bejo. Bejo adalah mahasiswa fakultas hukum di sebuah universitas negeri di Malang. Sudah 2 tahun ini Bejo gagal dalam mengikuti ujian sehingga dia tidak kunjung lulus. Melihat hal tersebut ayahnya yang seorang pengusaha mengikutkannya pada suatu lokakarya khusus setiap hari minggu. Pada lokakarya tersebut banyak pembicara yang menyampaikan presentasi demi presentasi mengenai hal-hal terpenting tentang ketidakadilan, tentang perbuatan tidak adil dan hukum kantong yang dalam (hukum yang diatur oleh kaum berduit). Namun tetap saja apa yang disampaikan oleh pembicara merupakan sebuah suara yang masuk dari telinga kanan dan keluar dari telinga kiri.

Bejo sebenarnya tidak memiliki minat pada dirinya untuk menjadi pengacara dia lebih memilih menjadi untuk menjadi wiraswasta yagn berkecimpung di bidang modal ventura dan menjalankan perusahaan kecil yang baru. Mungkin karena minat dirinya tidak pada hukum sehingga lokakarya yang diikutinya setiap minggu kurang menimbulkan dampak yang positif bagi dirinya. Hal itu terbukti ketika dia mengikuti ujian cerita lama terulang kembali, Bejo gagal lagi. “Semua yang saya dengan dan perhatikan secara seksama tiba-tiba hilang begitu saja ketika saya mengerjakan soal.”, begitu ujarnya.

Dalam bentuk lain, dan dalam tingkat yang lebih tinggi maupun lebih rendah, hal yang sama terjadi juga pada kita semua. Apabila kita mendengarkan suatu presentasi penting ataupun menyaksikan video tentang suatu pokok bahasan yang tidak menarik bagi kita atau kita tidak merasa yakin terhadap subjek itu, kita akan merasa bosan. Walaupun kita telah berusaha untuk menyerap dan mengingat semuanya, namun ketika tiba saat-saat penting itu, kita tidak bisa mengingat satu patah kata pun dan hanya memiliki gambaran yang samar-samar dari apa yang telah dibahas.

Bandingkan keadaan ini dengan satu keadaan lain di mana ada seorang yang sangat jahat terhadap Anda di saat Anda masih kecil. Sampai sekarang mungkin Anda hampir mengingat apa yang orang itu katakan secara persis kata demi kata. Atau kita dapat mengambil contoh lain seperti : kebanyakan orang mengingat secara persis apa yang telah diucapkan kata demi kata ketika dirinya dilamar, ataupun dihina dan Anda membalasnya dengan timpalan banyak kata dan makian

Apa yang membedakannya ? Di dalam semua kasus di mana Anda masih dapat dengan jelas mengingat kata-kata pembicaranya,  berarti Anda mempunyai kaitan pribadi atau minat terhadap apa yang diucapkan. Keterlibatan pribadi secara pribadi sudah ada pada waktu Anda mendengarkan sesuatu dan menyerapnya. Tapi bagaimana dengan hal-hal yang membosankan ? Bagaimana Anda bisa menciptakan keterlibatan pribadi yang akan menanamkan kata-kata ke dalam memori Anda ketika orang mengeluarkan fakta-fakta dan angka-angka yang menjemukan ? Atau ketika pokok pembicaraan sama sekali tidak menarik bagi Anda  ?

G. K. Chesterton pernah berkata bahwa, “Tidak ada subjek yang tidak menarik, yang ada hanyalah orang yang tidak tertarik.” Setiap subjek memiliki sudut yang menarik, dan setiap subjek memiliki dampak di dalam hidup Anda. Tantangannya adalah mencari elemen-elemen tersebut. Setelah itu, Anda tidak perlu lagi khawatir akan lupa apa yang telah dikatakan. Setiap kata akan melekat pada diri Anda.

Untuk membangkitkan keterlibatan pribadi seperti ini ternyata lebih mudah daripada yang Anda pikirkan. Ketika apa yang dibicarakan terdengar membosankan atau menyulitkan point terpenting yang harus Anda tancapkan dalam pikiran Anda adalah :

  • Singkirkan segala prasangka Anda bahwa pembahasan itu membosankan, tidak memberi inspirasi, atau tidak menarik sama sekali bagi Anda.
  • Cari atau temukan elemen – elemen dari pembahasan tersebut yang dapat menimbulkan minat Anda dan dapat menimbulkan dampak bagi kehidupan Anda dengan kata lain elemen tersebut mempunyai nilai yang berpengaruh pada masa depan Anda.

Itu sedikit tulisan yang dapat saya bagi kepada kalian. Semoga bermanfaat.

Referensi : Buku “Double Your Brain Power”

Komentar adalah wujud apreasiasi atas artikel saya ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s